Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label Animation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animation. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2014

Download Film CLOUDY WITH A CHANCE OF MEATBALLS 2 (2013) SUBTITLE INDONESIA

Poster Film Cloudy with a Chance of Meatballs 2

Released
27 September 2013 (USA)
Country USA
Language
English
Genre
 Animation | Comedy | Family | Fantasy | Sci-FI |

Sinopsis


Dimulai dengan kilasan mengenai beberapa peristiwa yang terjadi di seri sebelumnya, Cloudy with a Chance of Meatballs 2 berlanjut dengan usaha Chester V (Will Forte), seorang penemu terkenal sekaligus pimpinan dari perusahaan Live Corp yang semenjak lama diidolakan oleh Flint Lockwood (Bill Hader), untuk membersihkan Swallow Falls dari sisa-sisa makanan yang masih tertinggal akibat badai makanan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Untuk memudahkan proses pembersihan, Flint bersama dengan seluruh warga Swallow Falls untuk sementara diungsikan ke San Franjose, California dimana mereka kemudian harus berusaha untuk melanjutkan kehidupan mereka kembali. Tanpa sepengetahuan Flint, mesin yang berhasil dirancang dan menimbulkan badai makanan, Flint Lockwood Diatonic Super Mutating Dynamic Food Replicator atau yang secara singkat disebut dengan FLDSMDFR, ternyata masih berfungsi dan terdampar di salah satu sudut wilayah Swallow Falls.
Chester V lalu merekrut Flint untuk membantunya menemukan sekaligus memusnahkan FLDSMDFR agar tidak lagi menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Namun, di balik keinginannya tersebut, Chester V ternyata memiliki hasrat untuk memiliki FLDSMDFR dan menggunakannya untuk kepentingan pribadinya.
Terlepas dari referensi – yang sangat cerdas, by the way – akan Jurassic Park (1993) serta ehmmm… Steve Jobs dan Apple, Cloudy with a Chance of Meatballs 2 harus diakui tidak menawarkan sesuatu yang baru, baik dari hubungan yang terjalin antar karakter, deretan konflik yang dihadirkan maupun arah pengembangan jalan ceritanya. Semuanya masih menggunakan formula yang telah digunakan seri terdahulu.
Tetap saja, John Francis Daley, Jonathan Goldstein dan Erica Rivinoja cukup berhasil menghadirkan sejumlah guyonan segar yang secara efektif akan mampu menghibur setiap penonton film ini – kemampuan para penulis naskah untuk menciptakan nama-nama karakter foodimals yang unik berdasarkan nama buah maupun tumbuhan adalah benar-benar jenius!
Keunggulan paling kuat dari Cloudy with a Chance of Meatballs 2 jelas muncul dari kemampuan duo sutradara Cody Cameron dan Kris Pearn untuk menghasilkan tampilan visual yang benar-benar berwarna dan indah akan alam Swallow Falls serta setiap karakter yang mengisinya. Merupakan sebuah pemandangan yang benar-benar luar biasa menyenangkan untuk disaksikan.
Para jajaran pengisi suara juga memberikan kontribusi terbaik mereka dalam menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan. Bill Hader, Anna Faris, James Caan, Will Forte, Andy Samberg hingga Kristen Schaal tampil solid dalam tugas mereka dan menjadikan tiap karakter menjadi benar-benar menarik untuk diikuti kisahnya. Berbeda dengan tahun 2009, dimana dunia film animasi dapat sangat berbangga dengan setiap film animasi yang dirilis pada tahun tersebut, tahun 2013 jelas bukanlah tahun yang cukup unggul jika dinilai dari segi kualitas film-film animasi yang telah dirilis hingga saat ini.

Cloudy with a Chance of Meatballs 2 berada dalam tingkatan kualitas yang setara dengan dua film animasi terbaik untuk tahun ini, The Croods dan Monsters University: ketiganya berhasil tampil dengan tampilan visual yang jelas sangat menyenangkan dan cukup mampu bercerita dengan baik – meskipun masih jauh dari kesan penceritaan yang benar-benar unggul. Cloudy with a Chance of Meatballs 2 jelas akan masih dapat menyenangkan para penonton muda sekaligus mereka yang telah menjadi penggemar semenjak seri pertama film ini. Menyenangkan.


Trailer





Link Download


PPVRip 720p MKV


Subtitle Indonesia

Download FROZEN (2013) Subtitle Indonesia


Poster Film FROZEN 2013 DVDSCR

Released
27 November 2013 (USA)
Country USA
Language
English
Genre
Adventure | Animation | Comedy | Family | Fantasy | Musical


Sinopsis


Tahun 2013 sebenarnya bukan tahun yang menyedihkan bagi film animasi. Mike dan Sulley kembali dalam Monsters University, Gru dan para Minion pada Despicable Me 2, dan juga The Croods bersama tampilan visualnya yang indah. Namun tidak ada satupun dari karya Hollywood itu yang berhasil mengukuhkan dirinya sebagai front runners untuk meraih status terbaik tahun ini. Penantian itu telah berakhir, Frozen (so far) adalah film animasi terbaik tahun ini, kemasan klasik yang sederhana, ringan, cerdas, dan indah. Adorable.

Anna (Kristen Bell), anak perempuan berusia lima tahun dengan penuh semangat naik ke atas ranjang kakaknya yang berusia tiga tahun lebih tua, Elsa (Idina Menzel). Keinginan Anna sederhana, ingin menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang di ruangan istana dengan bermain salju hasil kekuatan sihir yang dimiliki Elsa. Namun karena terlalu enerjik dan lepas kendali satu kecelakaan terjadi, hanya terjatuh memang, namun ternyata sihir yang dapat merubah segala sesuatu menjadi es itu tepat mengenai kepala Anna. Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan nyawa Anna, dengan menghapus semua memori kelam dari ingatannya.

Akibat insiden itu pula, dan juga sebagai upaya perlindungan, Elsa terpaksa harus terus berada dalam satu ruangan dan di asingkan dari dunia luar, termasuk Anna. Hal tersebut menyebabkan ketika dewasa disaat ia hendak dinobatkan sebagai ratu kerajaan Arendelle, rasa asing, cemas, dan takut pada diri Elsa mulai pecah. Berawal dari sebuah kejutan yang bersumber dari Hans (Santino Fontana), Elsa mulai lepas kendali, lari kehutan, dan meninggalkan kerajaan bersama bencana musim dingin dadakan, hal yang kemudian memaksa Anna untuk bergerak menemukannya, bersama dua teman barunya Kristoff (Jonathan Groff) dan Olaf (Josh Gad).


Frozen+%25282013%2529+image

Sejujurnya selalu masih ada sedikit rasa kesal dan kecewa pada kegagalan Wreck-It Ralph meraih singgasana tertinggi pada kategori film animasi di Oscar tahun ini, sampai hari ini. Ya, sampai hari ini, karena Frozen mengobati rasa kesal tersebut, sebuah kemasan milik Disney yang berhasil menutup kelemahan yang menjadi penyebab kegagalan kemasan kokoh dan menawan yang mereka miliki tahun lalu itu dalam meraih singgasana tertinggi Oscar: pesan utama yang harus fokus dan intim, serta karakter yang ikonik dan dapat menjadi pahlawan serta idola baru. Frozen seperti menggabungkan Tangledbersama alur gerak cepat milik Wreck-It Ralph, yang kemudian ditemani karakter dan konflik dengan tipikal Disney klasik layaknya Beauty and the Beast.

Chris Buck dan Jennifer Lee sejak awal memang terkesan memilih bermain aman tanpa berupaya keras untuk menciptakan identitas baru yang kuat bagi film ini, mereka hanya melakukan modifikasi pada pattern dan formula yang sudah pernah Disney lakukan, yang celakanya justru memberikan dampak yang manis. Cerita yang mereka tulis ulang bersama Shane Morris dari buku berjudul The Snow Queenkarya Hans Christian Andersen ini bahkan dibentuk dengan cara konvensional, teknik bercerita yang familiar bahkan terkesan kuno, namun sentuhan memikat dan efektif di banyak bagian kemudian menjadikan berbagai hal klasik dan sederhana berubah menjadi sebuah kesatuan penuh makna dan rasa gembira.

Frozen adalah film animasi yang berani, dan cerdas. Secara mengejutkan ia mendorong unsur musikal ke baris terdepan, dimana Disney yang sudah identik dengan warna cerita pop kini muncul dengan nafasbroadway yang elegan, menghadirkan beberapa perbincangan antar karakter layaknya panggung teatrikal seperti yang dilakukan oleh Les Misérables, penuh lirik yang catchy, jenaka, pintar, namun tetap berada dalam struktur yang rapi berkat kinerja memikat dari Kristen Anderson-Lopez dan Robert Lopez. Kokoh, ia tidak hanya berhasil menjadi arena buat para karakter berekspresi, namun juga membuat penontonnya merasa semakin dekat dengan mereka, ikut menikmati irama ketika lagu muncul, mencintai karakter, menaruh simpati, hingga ingin mereka berhasil ketika kejutan lain muncul.


Frozen+%25282013%2529+image+1


Frozen penuh kejutan klasik yang dibentuk dengan manis. Ini bukan sebatas kisah tentang si baik melawan si jahat, bahkan tidak ada tokoh antagonis utama dalam cerita, Frozen sengaja dibiarkan bergerak bebas bersama kejahatan yang disuntikkan dalam bentuk personal, menghadirkan proses pembelajaran dari karakter untuk tumbuh dan menemukan jati diri mereka, well, seperti Brave. Semua dibentuk dalam sentuhan yang detail, tetap ringan, namun selalu terkontrol, dimana anda diajak bersenang-senang namun tetap ingat fokus utama dari konflik yang ia tawarkan. Hebatnya ia tidak rumit, sangat mudah di ikuti serta tidak membebani penontonnya, dimana isu persaudaraan dan cinta sejati tetap dikemas seperti sebuah dongeng anak-anak yang menjadi ciri khas Disney, indah dan sederhana.


Memang di beberapa titik sedikit kurang intens, namun Chris Buck dan Jennifer Lee tahu bagaimana memainkan momentum untuk menciptakan dinamika yang menarik pada alur cerita yang sejak awal terus bergerak halus. Akan ada kesan dimana cerita bergerak mondar-mandir, dan berjalan sedikit terburu-buru, namun secara kesatuan utuh ini solid. Tidak ada alur di sengaja yang konyol dan tidak berguna, Frozen tahu bagaimana cara yang tepat dan efektif untuk sedikit menjadi konyol dan lucu tanpa akhirnya terkesan menjengkelkan dan overdo. Bahkan sedikit paksaan dan pergeseran fokus yang ia suntikkan juga diselipkan dengan rapi dan implisit sehingga tidak mengganggu, dan tetap tidak kehilangan cengkeraman kompleksitas emosional dari karakter sehingga menciptakan kedalaman yang memikat, unsur yang sebenarnya kurang begitu menjadi ciri Disney, fast & fun.


Tampilan visual merupakan kekuatan lainnya. Dalam tiga kata: cerah, meriah, indah. Dari butiran dan badai salju, permainan es, hingga bangunan dan kostum dari para karakter, memikat. Mereka bukan hanya sebatas eye candy yang berupaya menggoda penontonnya, namun juga menambah kekayaan dari nyawa dan nafas cerita karena diolah dengan cantik dan detail. Saya sangat suka pada ekspresi dari karakter, mereka tidak sederhana, movement yang kompleks namun tetap tampak nyata, apalagi setelah berkombinasi dengan score karya Christophe Beck yang juga cantik. Yang mencuri perhatian di bagian ini justru adalah sajian pendek pembuka, kartun tradisional hitam putih Mickey Mouse berjudul Get A Horse yang masih diisi oleh suara Walt Disney, keren.


Departemen vokal tidak kalah impresif. Tidak ada nama besar diantara mereka, karena Frozen ingin benar-benar mendapatkan kualitas vocal yang kokoh untuk memikat penonton ketimbang menggunakan reputasi para aktor untuk meraih atensi sesaat. Konsep panggung teatrikal broadway berhasil dieksekusi dengan baik, Idina Menzel tampil cemerlang dan kuat, menjadikan Let It Go, yang walaupun kurang begitu powerfull layaknya A Whole New World bahkan I See The Light milik Tangled, berhasil menemani disaat bersenandung. Josh Gad juga mampu memanfaatkan bagiannya, baik itu pada eksekusi In Summer, juga membentuk Olaf menjadi sangat menghibur tanpa menjadi menjengkelkan. Namun yang paling mengejutkan adalah performa Kristen Bell, surprise.


Frozen+%25282013%2529+image+2

Overall, Frozen adalah film yang memuaskan. Frozen adalah sebuah karya penuh materi klasik yang dimodifikasi dengan gemilang. Masih dengan konsep fast & fun, penuh tampilan visual yang eye candy, meriah dan indah, diiringi musik catchy dengan sentuhan lirik yang cerdas, alur cerita yang ringan dan tidak sulit untuk diikuti, namun tetap mampu menghadirkan kehangatan dari pesan utama dengan tema cinta dan keluarga. Setidaknya untuk saat Disney aman berada di posisi terdepan, dan akan menjadi sesuatu yang sangat sangat mengejutkan jika kasus Wreck-It Ralph (yang imo lebih baik ketimbangBrave) tahun lalu terulang kembali, dan harus jatuh ditangan salah satu animasi Hollywood sebelumnya. Well done Disney!



 Trailer




Link Download


DVDSCR 720p MKV


Subtitle Indonesia

Download FREE BIRDS (2013) Subtitle Indonesia

Poster Film FREE BIRDS (2013)


Released
7 November 2014 (Indonesia)
Country USA
Language
English
Genre
Adventure | Animation | Comedy

Sinopsis 


 Film animasi yang satu ini mengisahkan tentang petualangan dua ekor ayam kalkun yang memiliki sifat berlawanan. Reggie (Owen Wilson) diajak oleh teman lamanya, Jake (Woody Harrelson) untuk berpetualang ke masa lalu. Untuk apa Jake melakukannya?
Jake hanya punya satu tujuan yaitu mengubah sejarah dengan cara menghapus kalkun dari daftar menu pada perayaan Thanksgiving untuk selamanya.
Walau banyak perbedaan sifat dan karakter diantara mereka ,keduanya tetap saling bekerjasama agar tercapainya sebuah misi yaitu untuk menghapus menu kalkun dari tradisi Thanksgiving.

 Trailer





Link Download

BLURAY 720p mkv


Subtitle Indonesia


Download Justice League: War (2014) Subtitle Indonesia

Poster Film Justice League: War (2014) topmovies21.mywapblog.com

Released
4 February 2014 (USA)
Country USA
Language
English
Genre
Action | Adventure | Animation


Sinopsis


Diceritakan, dunia sedang dalam serangan alien yang dipimpin oleh Darkseid. Batman pun harus mengumpulkan para superhero untuk membentuk sebuah tim bernama Justice League demi bisa melindungi bumi.

Tailer





Link Download


HDRip 720p mkv


Subtitle Indonesia